<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Belajar LINUX</title>
	<atom:link href="http://belajarlinux.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://belajarlinux.com</link>
	<description>Panduan Belajar, Artikel, Tips dan Trik</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Mar 2010 05:18:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Gambaran Proses Boot Sistem Operasi Linux</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2010/03/gambaran-proses-boot-sistem-operasi-linux/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2010/03/gambaran-proses-boot-sistem-operasi-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 02:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux System]]></category>
		<category><![CDATA[CentOS]]></category>
		<category><![CDATA[Fedora]]></category>
		<category><![CDATA[Mandriva]]></category>
		<category><![CDATA[Redhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah gambaran proses boot dari awal menyalakan komputer hingga Linux siap dipakai.
1. BIOS
BIOS adalah software juga yang pertama kali dijalankan ketika pertama kali komputer menyala.
2. Boot Loader
Boot Loader pada Linux pada umumnya dikenal GRUB dan LILO. File konfigurasi GRUB adalah /boot/grub/menu.lst. Sebenarnya file ini hanyalah soft link dari file grub.conf yang juga terdapat pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah gambaran proses boot dari awal menyalakan komputer hingga Linux siap dipakai.</p>
<p>1. <strong>BIOS<br />
</strong>BIOS adalah software juga yang pertama kali dijalankan ketika pertama kali komputer menyala.</p>
<p>2. <strong>Boot Loader</strong><br />
Boot Loader pada Linux pada umumnya dikenal GRUB dan LILO. File konfigurasi GRUB adalah <span style="text-decoration: underline;">/boot/grub/menu.lst</span>. Sebenarnya file ini hanyalah soft link dari file <span style="text-decoration: underline;">grub.conf</span> yang juga terdapat pada folder yang sama.</p>
<p>3. <strong>Kernel</strong><br />
Kernel Linux dapat dilihat pada folder <span style="text-decoration: underline;">/boot</span> yaitu file <span style="text-decoration: underline;">vmlinuz-2.6.x</span> dimana x adalah versi release dari linux. Selain itu juga ada file<span style="text-decoration: underline;"> initrd-2.6.x</span> yang digunakan untuk mengaktifkan RAM sebagai disk/media sementara pada saat booting. Kemudian folder-folder yang terkait adalah folder <span style="text-decoration: underline;">/lib/modules/2.6.x</span> yang berisi driver/module yang dibutuhkan kernel.</p>
<p>4. <strong>Init/Run Level</strong><br />
Menentukan mode initial boot Linux yang akan dipilih. Untuk pengaturannya pada file <span style="text-decoration: underline;">/etc/inittab</span>.</p>
<p>5. <strong>Service</strong><br />
Setelah ditentukan init/runlevel berapanya, maka akan dijalankan service sesuai dengan Init/Run Level tersebut. Untuk pengaturannya pada folder <span style="text-decoration: underline;">/etc/rcX.d</span> dimana X adalah angka init/runlevelnya. Selain itu untuk menjalankan service secara manual pada folder <span style="text-decoration: underline;">/etc/init.d</span>.</p>
<p>6. <strong>/etc/rc.local</strong><br />
Ini adalah file/script terakhir yang akan dijalankan pada Linux. File ini dapat diisikan perintah-perintah spesifik yang ingin dijalankan pada saat awal menjalankan Linux.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2010%2F03%2Fgambaran-proses-boot-sistem-operasi-linux%2F&amp;linkname=Gambaran%20Proses%20Boot%20Sistem%20Operasi%20Linux"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2010/03/gambaran-proses-boot-sistem-operasi-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agar Hasil Download YUM Tetap Ada</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2010/02/agar-hasil-download-yum-tetap-ada/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2010/02/agar-hasil-download-yum-tetap-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 03:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux System]]></category>
		<category><![CDATA[CentOS]]></category>
		<category><![CDATA[Fedora]]></category>
		<category><![CDATA[Redhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mendownload dengan YUM, secara default paket-paket yang sudah didownload akan langsung dihapus.
Berikut adalah cara mencegah hal tersebut terjadi :
edit file yum.conf pada folder /etc.
vi /etc/yum.conf
pada opsi keepcache beri nilai 1 (secara default nilainya adalah 0). Berikut adalah contoh file yum.conf :
[main]
cachedir=/var/cache/yum
keepcache=1
debuglevel=2
logfile=/var/log/yum.log
tolerant=1
exactarch=1
obsoletes=1
gpgcheck=1
plugins=1
# Note: yum-RHN-plugin doesn&#8217;t honor this.
metadata_expire=1h
installonly_limit = 5
# PUT YOUR REPOS HERE OR IN [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah mendownload dengan YUM, secara default paket-paket yang sudah didownload akan langsung dihapus.</p>
<p>Berikut adalah cara mencegah hal tersebut terjadi :</p>
<p>edit file yum.conf pada folder /etc.</p>
<blockquote><p>vi /etc/yum.conf</p></blockquote>
<p>pada opsi keepcache beri nilai 1 (secara default nilainya adalah 0). Berikut adalah contoh file yum.conf :</p>
<blockquote><p>[main]<br />
cachedir=/var/cache/yum<br />
keepcache=<strong>1</strong><br />
debuglevel=2<br />
logfile=/var/log/yum.log<br />
tolerant=1<br />
exactarch=1<br />
obsoletes=1<br />
gpgcheck=1<br />
plugins=1</p>
<p># Note: yum-RHN-plugin doesn&#8217;t honor this.<br />
metadata_expire=1h</p>
<p>installonly_limit = 5</p>
<p># PUT YOUR REPOS HERE OR IN separate files named file.repo<br />
# in /etc/yum.repos.d</p></blockquote>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2010%2F02%2Fagar-hasil-download-yum-tetap-ada%2F&amp;linkname=Agar%20Hasil%20Download%20YUM%20Tetap%20Ada"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2010/02/agar-hasil-download-yum-tetap-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memulai Belajar Linux</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/11/memulai-belajar-linux/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/11/memulai-belajar-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 22:15:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.web.id/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Memulai Linux dapat dimulai dengan mencoba-coba sendiri instalasi Linux dan bertanya kepada teman yang sudah mendalami Linux. Setelah itu anda juga bisa mengikuti kursus-kursus Linux untuk memperdalam materi Linux. Dan kemudian adalah mencari pengalaman-pengalaman troubleshooting di Linux.
Semua hal di atas tentunya membutuhkan niat dan keberanian, karena kebanyakan pemula yang ingin belajar Linux terbentur dengan beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memulai Linux dapat dimulai dengan mencoba-coba sendiri instalasi Linux dan bertanya kepada teman yang sudah mendalami Linux. Setelah itu anda juga bisa mengikuti kursus-kursus Linux untuk memperdalam materi Linux. Dan kemudian adalah mencari pengalaman-pengalaman troubleshooting di Linux.</p>
<p>Semua hal di atas tentunya membutuhkan niat dan keberanian, karena kebanyakan pemula yang ingin belajar Linux terbentur dengan beberapa hal. Contohnya dengan instalasi, masih banyak yang enggan bahkan takut untuk memulai menginstal Linux di komputernya. Namun anda dapat menggunakan software seperti VirtualBox yang gratis untuk memulainya, meski dengan syarat RAM komputer anda minimal saya sarankan adalah 1 GB.</p>
<p>Mengenai tutorial sebaiknya anda memulainya dari buku jangan dari ebook (pdf). Kupas tuntas buku tersebut yang banyak bisa anda dapatkan di toko buku, sedangkan ebook hanya bersifat pengetahuan tambahan yang dapat dibaca sewaktu-waktu. Kebanyakan dari pemula ini adalah senang/gemar mengumpulkan ebook tapi tidak pernah dibaca ataupun kalau dibaca tidak pernah sampai tuntas.</p>
<p>Setelah anda memahami dasar dari Linux, sebaiknya coba anda ikuti kursus Linux. Saat ini ada beberapa tempat kursus yang menyediakan materi Linux, mulai dari yang murah hingga cukup mahal. Kursus ini berguna untuk membantu anda lebih memahami Linux.</p>
<p>Pengalaman adalah guru terbaik. Saya sering mengalami beberapa kasus setelah berkecimpung dengan Linux, semakin sering anda menemukan masalah atau melakukan troubleshooting di Linux maka anda akan semakin mahir di Linux. Kadang-kadang beberapa kasus itu tidak terlalu rumit namun bagi sebagian orang kasus ini sudah menjadi masalah yang rumit dan seakan-akan tidak ada solusinya.</p>
<p>Setelah itu semua, langkah yang dapat anda ambil agar anda lebih diakui sebagai seorang ahli Linux, ambilah sertifikasi Linux seperti LPI dan RHCE melalui beberapa lembaga di Indonesia.</p>
<p>Selamat ber-Linux ria!</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F11%2Fmemulai-belajar-linux%2F&amp;linkname=Memulai%20Belajar%20Linux"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/11/memulai-belajar-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Blog Komunitas Linux Gunadarma</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/11/blog-komunitas-linux-gunadarma/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/11/blog-komunitas-linux-gunadarma/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 00:09:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux Links]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[http://linux.blog.gunadarma.ac.id/
Blog bagi kumpulan komunitas Linux di Gunadarma ini berisi berbagai macam artikel Linux yang ditulis oleh para praktisi Linux dari kalangan Universitas Gunadarma, baik itu mahasiswa, alumni, maupun dosen. Bagusnya blog menggunakan nama sub dari gunadarma.ac.id. Hal ini menandakan dukungan Universitas Gunadarma terhadap komunitas Linux.
&#62; Hasil Pencarian yang Cepat
Ketika mencoba mencari kata-kata tertentu yang berhubungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://linux.blog.gunadarma.ac.id/" target="_blank">http://linux.blog.gunadarma.ac.id/</a></p>
<p>Blog bagi kumpulan komunitas Linux di Gunadarma ini berisi berbagai macam artikel Linux yang ditulis oleh para praktisi Linux dari kalangan Universitas Gunadarma, baik itu mahasiswa, alumni, maupun dosen. Bagusnya blog menggunakan nama sub dari gunadarma.ac.id. Hal ini menandakan dukungan Universitas Gunadarma terhadap komunitas Linux.</p>
<p>&gt; <strong>Hasil Pencarian yang Cepat<br />
</strong>Ketika mencoba mencari kata-kata tertentu yang berhubungan dengan Linux, blog ini menampilkan data cukup cepat(meskipun bergantung pada koneksi Internet)</p>
<p>&gt; <strong>Tidak Ada Kategori yang Jelas</strong><br />
Pada blog ini tidak terdapat kategori yang jelas layaknya blog pada umumnya ataupun tags. Sehingga seorang pengunjung harus terus menerus membuka halaman-halaman sebelumnya untuk melihat artikel.</p>
<p>&gt; <strong>Mempunyai Directori per Abjad</strong><br />
Namun begitu sebagai ganti kategori ataupun tags blog ini mempunyai Direktori yang disusun berdasarkan secara abjad judul dari artikel-artikel yang ada. Sehingga sangat memudahkan pencarian jika ingin mencari berdasarkan perintah tertentu, misalnya perintah vi(editor teks di Linux) maka dapat dicari dengan huruf depan &#8216;v&#8217;. Ide ini memang jarang digunakan oleh para blogger pada umumnya, akan tetapi jika blog ini sudah memiliki materi yang lengkap dan jelas serta tidak asal copy paste, maka blog semacam ini bisa menjadi panduan untuk mempelajari perintah-perintah di Linux. Sedangkan untuk penempatannya kurang konsisten, pada halaman awal Directory dapat kita temukan di bagian atas, sedangkan ketika mengakses halaman pencarian Directory menjadi di bagian kanan.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-194" title="screenshot_014" src="http://belajarlinux.com/wp-content/uploads/2009/11/screenshot_014.png" alt="screenshot_014" width="576" height="282" /></p>
<hr />
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<td>Tujuan penulisan ini adalah bukan untuk menjatuhkan, menyinggung ataupun sekedar mencari kesalahan dari blog/website lain. Melainkan bertujuan menjadi panduan bagi para pengguna Linux baik pemula maupun yang sudah mahir. BelajarLinux.Com tidak merasa lebih baik atau lebih bagus dari blog/website yang telah direview.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F11%2Fblog-komunitas-linux-gunadarma%2F&amp;linkname=Review%20Blog%20Komunitas%20Linux%20Gunadarma"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/11/blog-komunitas-linux-gunadarma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mudah Melakukan Resize atau Rotate Gambar di Ubuntu</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/11/mudah-melakukan-resize-atau-rotate-gambar-di-ubuntu/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/11/mudah-melakukan-resize-atau-rotate-gambar-di-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 04:59:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux Desktop]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Ketika menggunakan Windows XP, aku menemukan program XP Powertoys yang memiliki cukup banyak program-program kecil yang bermanfaat. Antara lain adalah Image Resizer yang dapat dengan mudah merubah ukuran gambar.
Nautilus, file manager standar khusus untuk GNOME telah menyediakan program tambahan semacam plugin yaitu Nautilus Image Converter.
Instalasi Nautilus Image Converter
Nama paketnya adalah &#8216;nautilus-image-converter&#8217;, dan untuk instalasinya cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika menggunakan Windows XP, aku menemukan program XP Powertoys yang memiliki cukup banyak program-program kecil yang bermanfaat. Antara lain adalah Image Resizer yang dapat dengan mudah merubah ukuran gambar.</p>
<p>Nautilus, file manager standar khusus untuk GNOME telah menyediakan program tambahan semacam plugin yaitu Nautilus Image Converter.</p>
<p><strong>Instalasi Nautilus Image Converter</strong><br />
Nama paketnya adalah &#8216;nautilus-image-converter&#8217;, dan untuk instalasinya cukup ketikkan perintah :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">sudo apt-get install nautilus-image-converter</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">Kemudian logout dari user anda. Atau restart Nautilus dengan cara sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: left;">1. Melalui terminal ketik &#8216;killall nautilus&#8217; untuk menutup semua proses Nautilus</p>
<p style="text-align: left;">2. Ketik &#8216;nautilus -q&#8217; untuk menjalankan kembali Nautilus</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Cara menggunakan Nautilus Image Converter</strong></p>
<p style="text-align: left;">Pengunaannya cukup mudah yaitu dengan melakukan klik kanan pada gambar, kemdian pilih Resize / Rotate</p>
<p style="text-align: left;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-185" title="screenshot_006" src="http://belajarlinux.com/wp-content/uploads/2009/11/screenshot_0061-300x218.png" alt="screenshot_006" width="300" height="218" /></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F11%2Fmudah-melakukan-resize-atau-rotate-gambar-di-ubuntu%2F&amp;linkname=Mudah%20Melakukan%20Resize%20atau%20Rotate%20Gambar%20di%20Ubuntu"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/11/mudah-melakukan-resize-atau-rotate-gambar-di-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengganti Gambar Latar Totem Movie Player</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/11/mengganti-gambar-latar-totem-movie-player/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/11/mengganti-gambar-latar-totem-movie-player/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 02:18:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux Software]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Anda tentu pernah menjalankan Totem bukan ? Atau mengkin jika anda menggunakan GNOME, anda lebih mengenalnya dengan Movie Player.
Nah pada saat pertama menjalankan Totem anda akan disuguhkan gambar latar sebagai berikut :
Gambar Latar Totem Movie Player
Mengganti dengan Gambar Lain
Berikut adalah langkah-langkah untuk mengganti gambar di atas dengan gambar pilihan sendiri :
1. Jalankan GNOME Configuration Editor, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda tentu pernah menjalankan Totem bukan ? Atau mengkin jika anda menggunakan GNOME, anda lebih mengenalnya dengan Movie Player.</p>
<p style="text-align: left;">Nah pada saat pertama menjalankan Totem anda akan disuguhkan gambar latar sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-152" title="totem_logo1" src="http://belajarlinux.com/wp-content/uploads/2009/11/totem_logo13.png" alt="totem_logo1" width="358" height="286" />Gambar Latar Totem Movie Player</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Mengganti dengan Gambar Lain<br />
</strong>Berikut adalah langkah-langkah untuk mengganti gambar di atas dengan gambar pilihan sendiri :<br />
1. Jalankan GNOME Configuration Editor, tekan Alt+F2(menjalankan Run Application) dan ketik &#8216;gksu nautilus&#8217;.<br />
<img class="aligncenter size-medium wp-image-153" title="Screenshot-Run Application-1" src="http://belajarlinux.com/wp-content/uploads/2009/11/Screenshot-Run-Application-1-300x137.png" alt="Screenshot-Run Application-1" width="300" height="137" />Perintah tersebut akan menjalankan Nautilus File Manager standar GNOME sebagai user root. Ketika muncul dialog password, masukkan password user anda (dengan catatan user anda memiliki hak administrator).</p>
<p style="text-align: left;">2. arahkan Nautilus ke &#8216;/usr/share/totem&#8217;<br />
<img class="aligncenter size-full wp-image-154" title="Screenshot-totem - File Browser" src="http://belajarlinux.com/wp-content/uploads/2009/11/Screenshot-totem-File-Browser.png" alt="Screenshot-totem - File Browser" width="572" height="279" /></p>
<p style="text-align: left;">Berikutnya adalah edit file totem_logo.png dengan menggunakan Editor gambar seperti GIMP atau salin dari gambar kesukaan anda.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F11%2Fmengganti-gambar-latar-totem-movie-player%2F&amp;linkname=Mengganti%20Gambar%20Latar%20Totem%20Movie%20Player"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/11/mengganti-gambar-latar-totem-movie-player/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengunci Desktop Panel pada GNOME</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/11/lock-gnome-desktop-panel/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/11/lock-gnome-desktop-panel/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 01:52:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux Desktop]]></category>
		<category><![CDATA[CentOS]]></category>
		<category><![CDATA[Fedora]]></category>
		<category><![CDATA[Redhat]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Secara default GNOME memiliki 2(dua) panel pada bagian atas bawah yang memiliki banyak kegunaan dengan menambahkan fungsi-fungsi seperti Show Desktop, System Tray, Application Menu dan lain-lain. Selain fungsi yang sudah ada, kita dapat menambahkan icon aplikasi tertentu pada panel-panel tersebut.
Posisi dari icon-icon tersebut nantinya dapat kita atur letaknya. Namun adakalanya posisi icon-icon atau fungsi-fungsi tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara default GNOME memiliki 2(dua) panel pada bagian atas bawah yang memiliki banyak kegunaan dengan menambahkan fungsi-fungsi seperti Show Desktop, System Tray, Application Menu dan lain-lain. Selain fungsi yang sudah ada, kita dapat menambahkan icon aplikasi tertentu pada panel-panel tersebut.</p>
<p>Posisi dari icon-icon tersebut nantinya dapat kita atur letaknya. Namun adakalanya posisi icon-icon atau fungsi-fungsi tersebut tidak ingin kita rubah. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengunci Desktop Panel pada GNOME :</p>
<p>1. Jalankan GNOME Configuration Editor, tekan Alt+F2(menjalankan dialog Run Application) dan ketik gconf-editor.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-140" title="Screenshot-Configuration Editor" src="http://belajarlinux.com/wp-content/uploads/2009/11/Screenshot-Configuration-Editor.png" alt="Screenshot-Configuration Editor" width="554" height="354" /></p>
<p>2. Pilih <em>apps &#8211;&gt; panel &#8211;&gt; global</em></p>
<p>3. Berikan <span style="text-decoration: underline;">ceklist</span> pada key &#8216;<em>locked_down&#8217;</em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-141" title="Screenshot-Configuration Editor - global" src="http://belajarlinux.com/wp-content/uploads/2009/11/Screenshot-Configuration-Editor-global.png" alt="Screenshot-Configuration Editor - global" width="528" height="362" /></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F11%2Flock-gnome-desktop-panel%2F&amp;linkname=Mengunci%20Desktop%20Panel%20pada%20GNOME"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/11/lock-gnome-desktop-panel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilihan Tipe Network pada VirtualBox</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/08/pilihan-tipe-network-pada-virtualbox/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/08/pilihan-tipe-network-pada-virtualbox/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 05:51:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux Software]]></category>
		<category><![CDATA[All Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat menggunakan VirtualBox, terdapat pilihan tipe Network yang digunakan Sistem Operasi(SO) virtual. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai pilihan-pilihan tersebut. Namun perlu diketahui sebelumnya, bahwa VirtualBox dapat membuat sampai dengan 4 kartu jaringan pada 1(satu) SO virtual.
Not Attached
Pilihan ini agak jarang digunakan yaitu jika anda tidak ingin menggunakan interface jaringan, sehingga SO virtual tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada saat menggunakan VirtualBox, terdapat pilihan tipe Network yang digunakan Sistem Operasi(SO) virtual. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai pilihan-pilihan tersebut. Namun perlu diketahui sebelumnya, bahwa VirtualBox dapat membuat sampai dengan 4 kartu jaringan pada 1(satu) SO virtual.</p>
<p><strong>Not Attached</strong><br />
Pilihan ini agak jarang digunakan yaitu jika anda tidak ingin menggunakan interface jaringan, sehingga SO virtual tidak dapat mengenali hardware kartu jaringan apapun.</p>
<p><strong>NAT</strong><br />
Pilihan ini merupakan pilihan default pada saat pertama kali membuat SO virtual. Dengan pilihan ini SO virtual dapat berkomunikasi dengan jaringan nyata, namun SO virtual tidak dapat diakses melalui jaringan nyata. Hal ini dikarenakan SO virtual &#8216;numpang&#8217; menggunakan IP kartu jaringan SO utama.</p>
<p><strong>Bridged Network</strong><br />
Pilihan ini akan membuat SO virtual dapat mengakses dan dapat diakses melalui jaringan nyata layaknya komputer umumnya.</p>
<p><strong>Internal Network</strong><br />
Pilihan ini akan membuat SO virtual hanya dapat mengakses dan dapat diakses internal jaringan virtual, sehingga tidak dapat diakses maupun mengakses jaringan nyata.</p>
<p><strong>Host-only Adapter</strong><br />
Pilihan ini akan membuat SO virtual hanya dapat diakses oleh SO utama(host) dan SO virtual lainnya yang juga menggunakan Host-only Adapter. Pilihan ini menghasilkan sebuah interface <em>vboxnet0</em> yang dapat digunakan untuk membuat jaringan eksperimen tanpa mengganggu jaringan nyata yang sudah ada.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F08%2Fpilihan-tipe-network-pada-virtualbox%2F&amp;linkname=Pilihan%20Tipe%20Network%20pada%20VirtualBox"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/08/pilihan-tipe-network-pada-virtualbox/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatur Jam dan Tanggal Sistem di Linux</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/07/setting-jam-dan-tanggal-sistem-di-linux/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/07/setting-jam-dan-tanggal-sistem-di-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 02:33:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux System]]></category>
		<category><![CDATA[All Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Perintah date selain digunakan untuk melihat jam dan tanggal, juga dapat digunakan untuk mengatur/setting jam dan tanggal sistem. Untuk mengaturnya cukup pastikan anda sudah login sebagai root atau mempunyai akses super user dengan menggunakan perintah sudo.
Bentuk dasar :
# date MMDDhhmmYYYY.ss
MM bulan (1-12)
DD tanggal (1-31)
hh jam (0-23)
mm menit (0-59)
YYYY tahun
Contoh :
# date 072909202009
Catatan penulisan detik opsional [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perintah <em>date</em> selain digunakan untuk melihat jam dan tanggal, juga dapat digunakan untuk mengatur/setting jam dan tanggal sistem. Untuk mengaturnya cukup pastikan anda sudah login sebagai root atau mempunyai akses super user dengan menggunakan perintah sudo.</p>
<p>Bentuk dasar :</p>
<blockquote><p># date MMDDhhmmYYYY.ss</p></blockquote>
<p>MM bulan (1-12)<br />
DD tanggal (1-31)<br />
hh jam (0-23)<br />
mm menit (0-59)<br />
YYYY tahun</p>
<p>Contoh :</p>
<blockquote><p># date 072909202009</p></blockquote>
<p>Catatan penulisan detik opsional atau tidak wajib diketikkan</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F07%2Fsetting-jam-dan-tanggal-sistem-di-linux%2F&amp;linkname=Mengatur%20Jam%20dan%20Tanggal%20Sistem%20di%20Linux"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/07/setting-jam-dan-tanggal-sistem-di-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatur Default Sistem Operasi pada GRUB</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/07/grub-mengatur-setting-default-sistem-operasi/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/07/grub-mengatur-setting-default-sistem-operasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 05:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux System]]></category>
		<category><![CDATA[All Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Grub secara default menentukan Linux sebagai Sistem Operasi utamanya, kecuali pada saat instalasi kita memilih Sistem Operasi lain atau pilihan Linux lainnya. Untuk mengaturnya maka editlah file /boot/grub/menu.lst dengan edit kesayangan anda.
# vi /boot/grub/menu.lst
Perintah di atas dilakukan sebagai user root, Atau jika menggunakan Ubuntu :
$ sudo gedit /boot/grub/menu.lst
Perhatikan contoh isi file /boot/grub/menu.lst berikut :
default		1
timeout		10
title		Ubuntu, kernel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Grub secara default menentukan Linux sebagai Sistem Operasi utamanya, kecuali pada saat instalasi kita memilih Sistem Operasi lain atau pilihan Linux lainnya. Untuk mengaturnya maka editlah file /boot/grub/menu.lst dengan edit kesayangan anda.</p>
<blockquote><p># vi /boot/grub/menu.lst</p></blockquote>
<p>Perintah di atas dilakukan sebagai user root, Atau jika menggunakan Ubuntu :</p>
<blockquote><p>$ sudo gedit /boot/grub/menu.lst</p></blockquote>
<p>Perhatikan contoh isi file /boot/grub/menu.lst berikut :</p>
<blockquote><p>default		1<br />
timeout		10<br />
title		Ubuntu, kernel 2.6.17-10-generic<br />
root		(hd0,4)<br />
kernel		/boot/vmlinuz-2.6.17-10-generic root=/dev/sda5 ro quiet splash<br />
initrd		/boot/initrd.img-2.6.17-10-generic<br />
quiet<br />
savedefault<br />
boot</p>
<p>title		Ubuntu, kernel 2.6.17-10-generic (recovery mode)<br />
root		(hd0,4)<br />
kernel		/boot/vmlinuz-2.6.17-10-generic root=/dev/sda5 ro single<br />
initrd		/boot/initrd.img-2.6.17-10-generic<br />
boot</p>
<p>title		Microsoft Windows XP Professional<br />
root		(hd0,1)<br />
savedefault<br />
makeactive<br />
chainloader	+1</p></blockquote>
<p>Perhatikan kata-kata <em>default</em>, parameter ini digunakan untuk menentukan Sistem Operasi mana yang akan otomatis dipilih pada saat booting. Nilai yang berkisar antara 0 hingga banyaknya jumlah pilihan dikurang 1 (berkaitan dengan jumlah parameter <em>title</em> yang ada). Kenapa dikurang 1 ? karena GRUB selalu memulai dari 0, sehingga angka 0 berarti untuk parameter pilihan Sistem Operasi yang pertama, angka 1  0 berarti untuk parameter pilihan Sistem Operasi yang kedua, dan seterusnya.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Maka untuk mengganti sistem operasi mana yang akan dipilih secara otomatis pada saat booting, edit angka pada parameter <em>default</em> tersebut.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F07%2Fgrub-mengatur-setting-default-sistem-operasi%2F&amp;linkname=Mengatur%20Default%20Sistem%20Operasi%20pada%20GRUB"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/07/grub-mengatur-setting-default-sistem-operasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatur Service pada Ubuntu</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/07/46/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/07/46/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 13:21:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux System]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Ubuntu sebenarnya sudah menyediakan program untuk mengedit Service yang berjalan pada saat booting melalui menu System -&#62; Administration -&#62; Services. Namun apa yang disajikan pada program tersebut kuranglah lengkap. Secara manual sebenarnya kitapun dapat mengakses ke folder /etc/rcX.d untuk mengatur service secara manual, dimana X merupakan nomor Run Levelnya, meski begitu cara inipun tidaklah cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ubuntu sebenarnya sudah menyediakan program untuk mengedit Service yang berjalan pada saat booting melalui menu System -&gt; Administration -&gt; Services. Namun apa yang disajikan pada program tersebut kuranglah lengkap. Secara manual sebenarnya kitapun dapat mengakses ke folder /etc/rcX.d untuk mengatur service secara manual, dimana X merupakan nomor Run Levelnya, meski begitu cara inipun tidaklah cukup mudah.</p>
<p><strong>Menggunakan Program sysvconfig</strong><br />
Salah satu program yang dapat digunakan untuk mengatur service pada Ubuntu adalah sysvconfig. Padanan program chkconfig pada distro berbasis Redhat ini, dapat mengatur konfigurasi pada tiap Run Levelnya. Program yang berbasis dialog ini harus diinstal terlebih dahulu melalui Synaptic dengan keyword pencarian ‘runlevel’. Ataupun dengan menggunakan perintah berikut :</p>
<blockquote><p>$sudo apt-get install sysvconfig</p></blockquote>
<p>Setelah terinstall jalankan program tersebut dengan menggunakan perintah berikut melalui terminal :</p>
<blockquote><p>$sudo sysvconfig</p></blockquote>
<p><strong>Cara Penggunaan sysvconfig</strong><br />
Secara keseluruhan terdapat 4 menu yang tampil dari 5 menu yang tersedia, yaitu :<br />
1.Enable / Disable (untuk mengatur service pada Run Level aktif)<br />
2.Edit (untuk mengatur service pada tiap Run Level yang ada yaitu 0 s.d. 6)<br />
3.Restore(menu ini akan muncul jika belum dilakukan perubahan)<br />
4.Finished (menu ini muncul jika sudah dilakukan suatu perubahan)<br />
5.Quit.<br />
Pada menu  Enable / Disable, pilih service yang akan diaktifkan/dinon-aktifkan lalu tekan space bar untuk merubah nilainya. Gunakan Tab untuk menekan tombol OK. Setelah itu jangan lupa memilih menu Finished untuk menyimpan perubahan yang sudah dilakukan.<br />
Pada menu Edit, selain memilih service yang akan diaktifkan/dinon-aktifkan dengan menekan tombol panah ke bawah atau ke atas, untuk melakukan perubahan ganti setiap ada tulisan K menjadi S tanpa merubah angka setelahnya untuk menjalankan service, begitupun sebaliknya ganti setiap tulisan S menjadi K jika ingin tidak menjalankan suatu service. Sebagai contoh, nilai service atd pada Run Level 2 adalah S89. Maka ganti dengan K89 jika ingin menon-aktifkan service tersebut.</p>
<p><strong>Menggunakan Program sysv-rc-conf</strong><br />
Program ini sebenarnya cukup mirip dengan sysvconfig. Meski program ini berbasis teks, namun tetap dapat menggunakan mouse dalam pengoperasiannya. Program ini juga harus diinstal terlebih dahulu dengan menggunakan perintah berikut atau melalui Synaptic dengan keyword pencarian ‘runlevel’.</p>
<blockquote><p>$sudo apt-get install sysv-rc-conf</p></blockquote>
<p>Jalankan program tersebut dengan perintah berikut :</p>
<blockquote><p>$sudo sysv-rc-conf</p></blockquote>
<p><strong>Cara penggunaan sysv-rc-config</strong><br />
Program yang berbasis teks ini, cukup mudah digunakan. Dengan menggunakan mouse, mengaktifkan atau menon-aktifkan suatu service dapat dilihat dengan indikasi adanya tanda X atau tidaknya. Selain itu perubahan juga dapat dilakukan dengan mengarahkan tanda panah ke service dan Run Level tertentu, kemudian merubah nilainya dengan menekan tombol space bar. Pada sysv-rc-conf, dapat menjalankan suatu service secara real-time atau pada saat itu juga. Tekan tombol = atau + untuk menjalankan service, dan tekan &#8211; atau _ untuk menghentikan suatu service. Menu selebihnya silahkan baca Helpnya dengan menekan tombol h.<br />
Sebagai catatan, setiap perubahan pada sysv-rc-config langsung berubah, tanpa konfirmasi penyimpanan konfigurasi terlebih dahulu.</p>
<p><strong>Menggunakan Program BootUp-Manager</strong><br />
Program ini berbeda dari 2 program sebelumnya, karena program ini berbasis grafis dan menyajikan konfigurasi yang lebih lengkap. Instal program BootUp-Manager tersebut dengan perintah berikut atau melalui Synaptic dengan keyword pencarian ‘runlevel’.</p>
<blockquote><p>$sudo apt-get install bum</p></blockquote>
<p>Setelah terinstal, jalankan program tersebut melalui menu System -&gt; Administration -&gt; BootUp Manager</p>
<p><strong>Cara Penggunaan BootUp-Manager</strong><br />
Silahkan dicoba sendiri, namun jangan lupa ceklist pilihan Advanced pada bagian bawah program untuk menampilkan konfigurasi yang lebih banyak lagi.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F07%2F46%2F&amp;linkname=Mengatur%20Service%20pada%20Ubuntu"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/07/46/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatur Run Level pada Ubuntu</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/07/mengatur-run-level-default-pada-ubuntu/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/07/mengatur-run-level-default-pada-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 12:20:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux System]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Sejak beberapa versi Ubuntu terakhir, terdapat perbedaan dalam penentuan Run Level standarnya. Tidak seperti turunan Redhat dan Ubuntu versi lawas yang mengatur Run Level standarnya dengan mengedit /etc/inittab, Ubuntu sudah tidak menggunakan SysV, melainkan menggunakan Upstart. Perbedaan keduanya secara mendalam tidak akan dibahas di sini.
Mengatur Run Level Default
Secara Default, Run Level standar di Ubuntu adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak beberapa versi Ubuntu terakhir, terdapat perbedaan dalam penentuan Run Level standarnya. Tidak seperti turunan Redhat dan Ubuntu versi lawas yang mengatur Run Level standarnya dengan mengedit /etc/inittab, Ubuntu sudah tidak menggunakan SysV, melainkan menggunakan Upstart. Perbedaan keduanya secara mendalam tidak akan dibahas di sini.</p>
<p><strong>Mengatur Run Level Default</strong><br />
Secara Default, Run Level standar di Ubuntu adalah 2, untuk menggantinya menjadi Run Level lain edit file /etc/event.d/rc-default, kemudian cari tulisan ‘telinit 2? yang paling akhir dan sebagai contoh rubah menjadi ‘telinit 3?. Angka 3 merupakan Run Level yang diinginkan.<br />
Berikut ini adalah contoh file tersebut.</p>
<blockquote><p># rc &#8211; runlevel compatibility<br />
#<br />
# This task guesses what the &#8220;default runlevel&#8221; should be and starts the<br />
# appropriate script.</p>
<p>start on stopped rcS</p>
<p>script<br />
runlevel &#8211;reboot || true</p>
<p>if grep -q -w &#8212; &#8220;-s\|single\|S&#8221; /proc/cmdline; then<br />
telinit S<br />
elif [ -r /etc/inittab ]; then<br />
RL=&#8221;$(sed -n -e &#8220;/^id:[0-9]*:initdefault:/{s/^id://;s/:.*//;p}&#8221; /etc/inittab || true)&#8221;<br />
if [ -n "$RL" ]; then<br />
telinit $RL<br />
else<br />
telinit 2<br />
fi<br />
else<br />
<strong>telinit 2</strong><br />
fi<br />
end script</p></blockquote>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F07%2Fmengatur-run-level-default-pada-ubuntu%2F&amp;linkname=Mengatur%20Run%20Level%20pada%20Ubuntu"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/07/mengatur-run-level-default-pada-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Drivel : Blog Client di Linux</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/07/nulis-blog-di-linux-menggunakan-drivel/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/07/nulis-blog-di-linux-menggunakan-drivel/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 11:24:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux Software]]></category>
		<category><![CDATA[All Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Drivel adalah aplikasi blog client yang tentunya digunakan untuk menulis di blog kesayangan anda. Sebenarnya aplikasi ini sudah tidak dikembangkan cukup lama, versi terakhir saja direlease terakhir pertengahan tahun 2005. Dengan menggunakan Drivel, anda tidak perlu langsung login ke dalam admin panel blog anda. Sehingga cukup memudahkan anda untuk menulis blog anda baik dalam keadaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Drivel adalah aplikasi blog client yang tentunya digunakan untuk menulis di blog kesayangan anda. Sebenarnya aplikasi ini sudah tidak dikembangkan cukup lama, versi terakhir saja direlease terakhir pertengahan tahun 2005. Dengan menggunakan Drivel, anda tidak perlu langsung login ke dalam admin panel blog anda. Sehingga cukup memudahkan anda untuk menulis blog anda baik dalam keadaan sedang online maupun tidak online.</p>
<p><strong>Langkah-langkah menginstal Drivel pada Ubuntu</strong><br />
1. Jalankan Add / Remove, kemudial pilih All Available Applications<br />
2. Ketikkan Drivel pada kolom Search<br />
3. Klik Apply Changes untuk memulai instalasi Drivel</p>
<p><strong>Langkah-langkah Menjalankan Drivel pada Ubuntu</strong><br />
1. Setelah Drivel terinstalasi, jalankan Drivel melalui menu Applications –&gt; Internet –&gt; Drivel Journal Editor.<br />
2. Masukkan username dan password blog anda.<br />
3. Kemudian pilih Journal type (sebagai contoh apabila menggunakan Wordpress pilih Movable Type)<br />
4. Masukkan alamat blog anda (sebagai contoh apabila menggunakan Wordpress masukkan http://namablog/xmlrpc.php)<br />
5. Klik Log In</p>
<p><strong>Mulai Menulis Menggunakan Drivel</strong><br />
Setelah proses di atas, Drivel akan mencoba melakukan koneksi dengan blog. Setelah berhasil, maka anda dapat langsung menulis pada blog anda menggunakan Drivel yang memiliki tampilan sederhana dan cukup mudah dipelajari.<br />
1. Cara mudah menggunakan Drivel adalah dengan menuliskan judul tulisan pada bagian Subject<br />
2. Kemudian tuliskan isi tulisannya pada bagian tengah.<br />
3. Pilih kategori yang sesuai pada pilihan Category (anda dapat menemukannya di bagian bawah Drivel). Pilihan kategori ini akan sama dengan yang dibuat jika anda langsung mengakses blog anda melalui admin panel.<br />
4. Setelah selesai menulis, klik tombol Post untuk menampilkan tulisan anda di blog anda.</p>
<p><strong>Kekurangan Drivel</strong><br />
Sudah lama tidak dikembangkan, Drivel tentunya tidak dapat mengikuti penambahan fitur terbaru pada blog anda. Berikut ini adalah beberapa daftar kekurangan Drivel, dan sebagai solusinya anda harus mengedit kembali tulisan anda melalui interface halaman web.<br />
1. Tampilan Drivel yang sederhana pastinya tidak akan menyulitkan penggunanya. Namun dengan menggunakan Drivel maka anda harus memiliki cukup pengetahun tentang HTML.<br />
2. Drivel tidak dapat mengatasi tag More, sehingga jika anda sudah menulis dengan menggunakan tag More, maka tulisan blog anda akan terpotong pada bagian tag More tersebut.<br />
3. Anda akan sedikit mengalami kesulitan jika ingin menambahkan gambar yang ada di komputer anda.<br />
4. Menambahkan kategori dan tag pun tidak dapat dilakukan melalui Drivel.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F07%2Fnulis-blog-di-linux-menggunakan-drivel%2F&amp;linkname=Drivel%20%3A%20Blog%20Client%20di%20Linux"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/07/nulis-blog-di-linux-menggunakan-drivel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membatasi Akses Login Root di Virtual Console</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/07/membatasi-akses-login-root-di-virtual-console/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/07/membatasi-akses-login-root-di-virtual-console/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 11:15:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux Security]]></category>
		<category><![CDATA[All Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[User root merupakan user yang memiliki hak akses tertinggi di komputer Linux kita. Namun apa jadinya jika user ini dapat diakses oleh orang yang tidak bertanggung jawab, salah satunya orang tersebut bisa saja merusak sistem bahkan hingga menghapus sistem secara keseluruhan.
Berbagai cara sudah dibuat untuk mengatasinya, misal dengan menggunakan password yang sangat unik atau sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>User root merupakan user yang memiliki hak akses tertinggi di komputer Linux kita. Namun apa jadinya jika user ini dapat diakses oleh orang yang tidak bertanggung jawab, salah satunya orang tersebut bisa saja merusak sistem bahkan hingga menghapus sistem secara keseluruhan.</p>
<p>Berbagai cara sudah dibuat untuk mengatasinya, misal dengan menggunakan password yang sangat unik atau sangat panjang. Selain itu juga dapat dengan membatasi akses login root secara langsung, artinya kita tidak dapat login dengan mengetikkan root dan memasukkan password meski kita mengetahuinya.</p>
<p>Untuk membatasi akses login root melalui virtual console (mode teks) kita hanya cukup mengedit file  <em>/etc/securetty</em>. Berikut adalah contoh dari isi file tersebut :</p>
<table border="1" width="300">
<tbody>
<tr>
<td>tty1<br />
tty2<br />
tty3<br />
tty4<br />
tty5<br />
tty6<br />
vc/1<br />
vc/2<br />
vc/3<br />
vc/4<br />
vc/5<br />
vc/6</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Nah untuk membatasi akses login root, misal dari <em>virtual console ke-1</em>, maka hilangkan tulisan <em>tty1</em>.</p>
<table border="1" width="300">
<tbody>
<tr>
<td align="left">
tty2<br />
tty3<br />
tty4<br />
tty5<br />
tty6<br />
vc/1<br />
vc/2<br />
vc/3<br />
vc/4<br />
vc/5<br />
vc/6</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Jika ingin membatasi akses login root pada <em>virtual console ke-2</em>, maka hilangkan tulisan <em>tty2</em>, dan seterusnya. Kalau memang tidak ingin memperbolehkan login root pada mode teks, maka hilangkan saja semua tulisan tty. Sehingga login root hanya bisa melalui perintah <strong>su (subtitute user)</strong>. Cukup mudah bukan!.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F07%2Fmembatasi-akses-login-root-di-virtual-console%2F&amp;linkname=Membatasi%20Akses%20Login%20Root%20di%20Virtual%20Console"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/07/membatasi-akses-login-root-di-virtual-console/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatur Mode Resolusi pada Mode Teks</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/07/merubah-mode-resolusi-framebuffer-pada-mode-teks/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/07/merubah-mode-resolusi-framebuffer-pada-mode-teks/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 11:12:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux System]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Mode Resolusi (Framebuffer) yang dimaksud adalah resolusi monitor yang kita gunakan pada saat menggunakan mode teks. Pengaturan resolusi ini dapat ditentukan terlebih dahulu dengan menambahkan parameter vga pada opsi kernel boot loader GRUB.
Berikut ini adalah contoh menu pada Grub :
title           Ubuntu, kernel 2.6.20-16-generic
root   [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mode Resolusi (Framebuffer) yang dimaksud adalah resolusi monitor yang kita gunakan pada saat menggunakan mode teks. Pengaturan resolusi ini dapat ditentukan terlebih dahulu dengan menambahkan parameter <em>vga</em> pada opsi <em>kernel</em> boot loader GRUB.</p>
<p>Berikut ini adalah contoh menu pada Grub :</p>
<p><code>title           Ubuntu, kernel 2.6.20-16-generic<br />
root            (hd0,0)<br />
kernel          /boot/vmlinuz-2.6.20-16-generic root=UUID=d17ba949-1336-4057-b062-cdd40241c7fb ro vga=<strong>788</strong><br />
initrd          /boot/initrd.img-2.6.20-16-generic<br />
quiet<br />
savedefault</code></p>
<p>Untuk menggantinya nilai pada parameter vga tersebut silahkan merujuk pada tabel berikut ini :</p>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<th>depth</th>
<th>colors</th>
<th>640&#215;480</th>
<th>800&#215;600</th>
<th>1024&#215;768</th>
<th>1280&#215;1024</th>
</tr>
<tr>
<td>8 bits</td>
<td>256</td>
<td>769 (0&#215;301)</td>
<td>771 (0&#215;303)</td>
<td>773 (0&#215;305)</td>
<td>775 (0&#215;307)</td>
</tr>
<tr>
<td>15 bits</td>
<td>32 K</td>
<td>784 (0&#215;310)</td>
<td>787 (0&#215;313)</td>
<td>790 (0&#215;316)</td>
<td>793 (0&#215;319)</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>16 bits</strong></td>
<td><strong>65 K</strong></td>
<td><strong>785 (0&#215;311)</strong></td>
<td><strong>788 (0&#215;314)</strong></td>
<td><strong>791 (0&#215;317)</strong></td>
<td><strong>794 (0&#215;31A)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>24 bits</td>
<td>16.7 M</td>
<td>786 (0&#215;312)</td>
<td>789 (0&#215;315)</td>
<td>792 (0&#215;318)</td>
<td>795 (0&#215;31B)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumber : <a href="http://wiki.sourcemage.org/HOWTO-Bootsplash" target="_BLANK">http://wiki.sourcemage.org/HOWTO-Bootsplash</a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F07%2Fmerubah-mode-resolusi-framebuffer-pada-mode-teks%2F&amp;linkname=Mengatur%20Mode%20Resolusi%20pada%20Mode%20Teks"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/07/merubah-mode-resolusi-framebuffer-pada-mode-teks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Repository Lokal untuk Ubuntu 7.04</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/07/membuat-repository-lokal-untuk-ubuntu-704/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/07/membuat-repository-lokal-untuk-ubuntu-704/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 11:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Ubuntu 7.04 datang dengan 4 buah DVD repositori, yang di dalamnya sudah terdapat banyak ribuan aplikasi. Meskipun begitu kita dapat menggunakan repositori yang terdapat di Internet, akan tetapi hal itu berarti mensyaratkan kita harus memiliki koneksi internet yang baik. Workshop berikut ini digunakan untuk membuat repositori lokal pada harddisk dengan hanya mengandalkan 4 DVD tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ubuntu 7.04 datang dengan 4 buah DVD repositori, yang di dalamnya sudah terdapat banyak ribuan aplikasi. Meskipun begitu kita dapat menggunakan repositori yang terdapat di Internet, akan tetapi hal itu berarti mensyaratkan kita harus memiliki koneksi internet yang baik. Workshop berikut ini digunakan untuk membuat repositori lokal pada harddisk dengan hanya mengandalkan 4 DVD tersebut. Sehingga nanti selain dapat diakses oleh komputer itu sendiri, tetapi dapat juga diakses oleh komputer pada jaringan kita. Selain itu pada workshop ini, untuk Apache Web Servernya menggunakan XAMPP for Linux(LAMPP).</p>
<p>Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat repositori lokal Ubuntu :</p>
<ol>
<li>Buat folder untuk menyimpan file repository Ubuntu.</li>
<p><code>sudo mkdir /mnt/ubuntu</code></p>
<li>Masukkan DVD pertama, umumnya akan otomatis ter&#8217;mount&#8217; pada folder /media/cdrom. Akan tetapi jika tetap tidak ter&#8217;mount&#8217; maka gunakan perintah berikut  :</li>
<p><code>sudo mount /media/cdrom</code></p>
<li>Salin DVD pertama ke dalam folder /mnt/ubuntu dengan menggunakan perintah rsync</li>
<p><code>rsync -avx --progress /media/cdrom /mnt/ubuntu</code></p>
<p>Ulangi perintah di atas terhadap DVD kedua sampai dengan keempat.</p>
<li>Masukkan kembali DVD kedua, dan salin file <em>Packages</em> dari DVD ke repositori lokal yang sudah dipersiapkan.</li>
<p><code>cp /media/cdrom/dists/feisty/universe/binary-i386/Packages /mnt/ubuntu/dists/feisty/universe/binary-i386/</code></p>
<li>Ganti DVD kedua dengan DVD ketiga, dan gabungkan file <em>Packages</em> dari DVD ketiga tersebut dengan file <em>Package</em> pada repositori lokal yang sudah disalin sebelumnya.</li>
<p><code> cat /media/cdrom/dists/feisty/universe/binary-i386/Packages &gt;&gt; /mnt/ubuntu/dists/feisty/universe/binary-i386/Packages</code></p>
<p>Ulangi langkah di atas untuk DVD keempat.</p>
<li>Buat ulang file Packages.gz dan Packages.bz2 pada repositori lokal.</li>
<p><code>cd /mnt/ubuntu/dists/feisty/universe/binary-i386</code></p>
<p>rm Packages.gz Packages.bz2</p>
<p>gzip -9 -c Packages &gt; Packages.gz</p>
<p>bzip2 -9 -c Packages &gt; Packages.bz2</p>
<li>Buat soft link dari folder /mnt/ubuntu ke /opt/lampp/htdocs/ubuntu</li>
<p><code>ln -s /mnt/documents/ubuntu /opt/lampp/htdocs/ubuntu</code></p>
<li>untuk menceknya buka browser dan buka alamat berikut :</li>
<p><strong>http://localhost/ubuntu</strong></p>
<p>Jika akan diakses dari komputer lain,<em> localhost</em> diganti dengan<em> IP komputer</em>.</p>
<li>tambahkan baris berikut pada <em>/etc/apt/sources.list</em></li>
<p><code>deb http://localhost/ubuntu feisty main multiverse restricted universe</code></p>
<p>Jika diperlukan, agar tidak perlu terhubung dengan internet, berikan tanda mark(#) pada baris2 yg menghubungkan dgn repo di internet.</p>
<li>Update daftar repositori Ubuntu dengan perintah berikut :</li>
<p><code>apt-get update</code></ol>
<p>Demikianlah langkah per-langkah untuk membuat repositori lokal untuk Ubuntu 7.04 Feisty Fawn. Untuk mencobanya silahkan gunakan <span style="text-decoration: underline;">Add/Remove</span> pada menu Applications, <span style="text-decoration: underline;">Synaptic Package Manager</span>, atau dengan menggunakan <span style="text-decoration: underline;">apt-get</span> untuk menginstall sebuah program atau lebih.</p>
<p>Sumber :<br />
<a href="http://wiki.ubuntu-id.org/DokumentasiKomunitas/TutorialRepositoriLokal" target="_BLANK">http://wiki.ubuntu-id.org/DokumentasiKomunitas/TutorialRepositoriLokal</a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F07%2Fmembuat-repository-lokal-untuk-ubuntu-704%2F&amp;linkname=Membuat%20Repository%20Lokal%20untuk%20Ubuntu%207.04"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/07/membuat-repository-lokal-untuk-ubuntu-704/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendapatkan Informasi Last Modified File/Folder</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/07/mendapatkan-informasi-last-modified-file-atau-folder/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/07/mendapatkan-informasi-last-modified-file-atau-folder/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 11:10:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux System]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Seorang temanku tiba-tiba bertanya kepadaku, bagaimana cara mendapatkan informasi &#8216;Last Modified&#8217; sebuah file. Last Modified yang dimaksud di sini adalah kapan terakhir kali file/folder diakses. Sebenarnya cara ini bisa didapatkan dengan hanya melihat hasil dari perintah &#8216;ls -l&#8217;.
Namun dengan menggunakan perintah date, kita akan mendapatkan informasi &#8220;Last Modified&#8221; file atau folder. Berikut ini adalah bentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang temanku tiba-tiba bertanya kepadaku, bagaimana cara mendapatkan informasi &#8216;Last Modified&#8217; sebuah file. Last Modified yang dimaksud di sini adalah kapan terakhir kali file/folder diakses. Sebenarnya cara ini bisa didapatkan dengan hanya melihat hasil dari perintah &#8216;ls -l&#8217;.</p>
<p>Namun dengan menggunakan perintah <strong>date</strong>, kita akan mendapatkan informasi &#8220;Last Modified&#8221; file atau folder. Berikut ini adalah bentuk umum perintah date tersebut :</p>
<p><code>date --iso-8601=<strong>waktu</strong> -u -r <strong>namafile/folder</strong><br />
</code></p>
<p>Keterangan :<br />
opsi &#8216;-u&#8217; digunakan untuk menampilkan waktu berdasarkan GMT. opsi &#8216;-r&#8217; digunakan untuk menampilkan waktu &#8220;Last Modified&#8221; kapan terakhir kali file/folder diakses.</p>
<p>opsi-opsi waktu yang dapat digunakan adalah :<br />
hours : jam<br />
minutes : menit<br />
date : tanggal<br />
seconds : detik<br />
ns : nano detik</p>
<p>Contoh penggunaannya adalah :</p>
<p><code>date --iso-8601=ns -u -r /home/ajiegs/Documents/</code></p>
<p>Perintah di atas akan menghasilkan :</p>
<p><code>2007-08-17</code></p>
<p>Sumber :<br />
<a href="http://www.kriyayoga.com/love_blog/post.php/446">http://www.kriyayoga.com/love_blog/post.php/446</a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F07%2Fmendapatkan-informasi-last-modified-file-atau-folder%2F&amp;linkname=Mendapatkan%20Informasi%20Last%20Modified%20File%2FFolder"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/07/mendapatkan-informasi-last-modified-file-atau-folder/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menampilkan Ubuntu Fiesty di LCD Projector</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/07/menampilkan-ubuntu-fiesty-di-lcd-projector/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/07/menampilkan-ubuntu-fiesty-di-lcd-projector/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 11:07:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Menggunakan Linux sungguh menyenangkan, karena setiap kali aku menemukan masalah, ilmuku justru semakin bertambah. Begitu juga ketika aku harus menampilkan tampilan laptopku ke LCD projector, tombol Fn yang kuandalkan tidak bisa juga menampilkan tampilan desktop Ubuntuku.
Setelah mencari dari berbagai sumber informasi di Internet, akhirnya aku menemukan jawabannya. Dengan menambahkan hanya 2 buah baris saja pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menggunakan Linux sungguh menyenangkan, karena setiap kali aku menemukan masalah, ilmuku justru semakin bertambah. Begitu juga ketika aku harus menampilkan tampilan laptopku ke LCD projector, tombol Fn yang kuandalkan tidak bisa juga menampilkan tampilan desktop Ubuntuku.</p>
<p>Setelah mencari dari berbagai sumber informasi di Internet, akhirnya aku menemukan jawabannya. Dengan menambahkan hanya 2 buah baris saja pada bagian &#8216;Device&#8217; di file konfigurasi X(/etc/X11/xorg.conf). Baris yang ditambahkan adalah sebagai berikut :</p>
<p><code> Option          "Clone" "On"<br />
Option          "MonitorLayout" "CRT,LFP"<br />
</code></p>
<p>Sehingga lengkapnya pada bagian &#8216;Device&#8217; akan terlihat sebagai berikut :</p>
<p><code>Section "Device"<br />
Identifier      "Intel Corporation Mobile 945GM/GMS/940GML Express Integrated Graphics Controller"<br />
Driver          "i810"<br />
BusID           "PCI:0:2:0"<br />
Option          "Clone" "On"<br />
Option          "MonitorLayout" "CRT,LFP"<br />
EndSection</code></p>
<p>Setelah menambahkan kedua baris kode tersebut dan menyimpan file konfigurasi Xnya, restartlah tampilan grafis Ubuntu dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Konfigurasi di atas akan menampilkan tampilan yang persis sama pada laptop maupun projector. Dan telah diujicobakan pada Ubuntu 7.04 Feisty Fawn.</p>
<p>Sumber :<br />
<a href="http://kholimi-id.blogspot.com/2007/06/menggunakan-projector-di-ubuntu.html">http://kholimi-id.blogspot.com/2007/06/menggunakan-projector-di-ubuntu.html</a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F07%2Fmenampilkan-ubuntu-fiesty-di-lcd-projector%2F&amp;linkname=Menampilkan%20Ubuntu%20Fiesty%20di%20LCD%20Projector"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/07/menampilkan-ubuntu-fiesty-di-lcd-projector/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kompilasi Kernel Linux 2.6</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/07/kompilasi-kernel-linux-26/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/07/kompilasi-kernel-linux-26/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 11:05:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux System]]></category>
		<category><![CDATA[CentOS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Workshop ini diujicobakan pada distro Centos 5(2.6.18-8.el5), Fedora Core 7(2.6.21-1.3194fc7) dan Mandriva 2007.0(2.6.17-5mdv). Versi kernel Linux yang akan dikompilasi ulang adalah versi 2.6.21.6 yang dapat didownload melalui kernel.org.
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mengkompilasi ulang kernel tersebut :

cp linux-2.6.21.6.tar.bz2 /usr/src
Menyalinkan source kernel ke folder /usr/src (diasumsikan kita sedang berada pada suatu folder tertentu).
cd /usr/src
Berpindah direktori/folder ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Workshop ini diujicobakan pada distro Centos 5(2.6.18-8.el5), Fedora Core 7(2.6.21-1.3194fc7) dan Mandriva 2007.0(2.6.17-5mdv). Versi kernel Linux yang akan dikompilasi ulang adalah versi 2.6.21.6 yang dapat didownload melalui <a href="http://www.kernel.org" target="_BLANK">kernel.org</a>.</p>
<p>Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mengkompilasi ulang kernel tersebut :</p>
<ol>
<li><code>cp linux-2.6.21.6.tar.bz2 /usr/src</code></li>
<p>Menyalinkan source kernel ke folder /usr/src (diasumsikan kita sedang berada pada suatu folder tertentu).</p>
<li><code>cd /usr/src</code></li>
<p>Berpindah direktori/folder ke folder /usr/src.</p>
<li><code>tar -xjvf linux-2.6.21.6.tar.bz2</code></li>
<p>Mengekstrak source kernel.</p>
<li><code>cd linux-2.6.21.6</code></li>
<p>Berpindah direktori/folder ke folder /usr/src/linux-2.6.21.6.</p>
<li><code>cp /boot/config-2.6.18-8.el5 .config</code></li>
<p>Menyalinkan file konfigurasi yang lama, untuk mempermudah konfigurasi berikutnya.</p>
<li><code>make menuconfig</code></li>
<p>Menjalankan konfigurasi untuk kernel baru yang akan dikompilasi.</p>
<li><code>make</code></li>
<p>Mengkompilasi kernel beserta modulesnya.</p>
<li><code>make modules_install</code></li>
<p>Menyalinkan semua module yang sudah dikompilasi ke folder /lib/modules</p>
<li><code>make install</code></li>
<p>Menyalinkan kernel baru, System.map, membuat file initrd.img ke folder /boot, dan menambahkan opsi pilihan booting dengan kernel yang baru pada boot loader.</ol>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F07%2Fkompilasi-kernel-linux-26%2F&amp;linkname=Kompilasi%20Kernel%20Linux%202.6"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/07/kompilasi-kernel-linux-26/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menambahkan Tanggal pada File</title>
		<link>http://belajarlinux.com/2009/07/menambahkan-tanggal-pada-file/</link>
		<comments>http://belajarlinux.com/2009/07/menambahkan-tanggal-pada-file/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 11:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belajarlinux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belajarlinux.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Menambahkan tanggal ataupun waktu sangat berguna pada saat kita akan melakukan backup di Linux. Karena dengan begitu kita dapat mengetahui file mana yang kita perlukan untuk backup tanggal atau waktu tertentu.
Berikut ini adalah 2 contoh cara untuk menambahkan tanggal atau waktu tersebut :
cat /etc/passwd &#62; namauser`date +%Y%m%d`.txt
contoh di atas akan menghasilkan file namauser200708009.txt.
Keterangan :
cat, perintah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menambahkan tanggal ataupun waktu sangat berguna pada saat kita akan melakukan backup di Linux. Karena dengan begitu kita dapat mengetahui file mana yang kita perlukan untuk backup tanggal atau waktu tertentu.</p>
<p>Berikut ini adalah 2 contoh cara untuk menambahkan tanggal atau waktu tersebut :</p>
<p><code>cat /etc/passwd &gt; namauser`date +%Y%m%d`.txt</code></p>
<p>contoh di atas akan menghasilkan file namauser200708009.txt.<br />
<span style="text-decoration: underline;">Keterangan :</span><br />
<em>cat</em>, perintah ini digunakan untuk melihat isi file /etc/passwd.<br />
<em>&gt;</em> (tanda lebih besar), digunakan untuk mengarahkan hasil dari perintah cat ke bentuk lain, dalam hal ini merubah menjadi bentuk file.<br />
<em>namauser`date +%Y%m%d`.txt</em>, adalah nama file yang akan menampung keluaran dari perintah <em>cat /etc/passwd</em> sebelumnya. Dimana date adalah perintah untuk menampilkan tanggal dan waktu, opsi Y untuk menampilkan tahun dalam format 4 digit, opsi m untuk menampilkan bulan, dan opsi d untuk menampilkan tanggal. Dan ingat tanda yang digunakan adalah backtip( ` ) bukan tanda kutip( &#8216; )</p>
<p>atau dengan cara berikut :</p>
<p><code>cat /etc/passwd &gt; namauser$( date +%y%m%d ).txt</code></p>
<p>contoh di atas akan menghasilkan file namauser070809.txt.</p>
<p>Sebagai catatan tambahan jangan gunakan opsi D yang akan menghasil tanggal lengkap dengan format YYYY/MM/DD, karena tanda / (slash,garis miring) akan berfungsi sebagai penanda kalau itu adalah folder.</p>
<p>Thx To : Pak Mawaddah n Pak Hendri</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fbelajarlinux.com%2F2009%2F07%2Fmenambahkan-tanggal-pada-file%2F&amp;linkname=Menambahkan%20Tanggal%20pada%20File"><img src="http://belajarlinux.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belajarlinux.com/2009/07/menambahkan-tanggal-pada-file/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
