Mengenal Service di Linux

Wed. June 29, 2011
Categories: Article
Tags: ,

Service di Linux adalah program yang berjalan secara default pada proses di background. Program tersebut tidak dapat dilihat secara kasat mata seperti pada saat kita menjalankan program pada umumnya seperti Firefox, Pidgin, LibreOffice, dll.

Berikut adalah contoh-contoh program yang berfungsi sebagai service :

1. httpd, atau apache2(pada Ubuntu) –> service untuk menjalankan Web Server Apache

2. mysqld –> service Database Server MySQL

3. sshd –> service untuk menjalankan remote shell  SSH

4. smb, atau samba(pada Ubuntu) –> service untuk sharing file dan printer

5. squid –> service untuk Proxy Server Squid

6. named –>service untuk DNS Server Bind

7. ntpd –> service untuk Server Waktu/Time, sehingga client-client dapat melakukan sinkronisasi waktu

8. nfs –> service untuk sharing file

9. network, atau networking(pada Ubuntu) –> service yang akan menjalankan interface jaringan

10. kudzu –> service untuk pengecekan hardware pada saat mulai menjalankan Linux

11. crond –> service untuk penjadwalan

12. anacron –> service untuk penjadwalan

13. atd –> service untuk penjadwalan

14. cups –> service untuk pengaturan printer

15. iptables –> service untuk pengaturan firewall

Pada beberapa distro, service juga memiliki nama yang berbeda satu sama lain, seperti network pada CentOS/RH based dan networking pada Ubuntu/Debian based namun memiliki fungsi yang sama.

Dengan berjalannya suatu service pada Linux, maka komputer tersebut dapat menyediakan layanan bagi komputer-komputer client. Sebagai contoh httpd yang merupakan service untuk Web Server, tanpa service tersebut berjalan maka komputer client tidak dapat melihat halaman web yang seharusnya disajikan oleh Web Server tersebut. Contoh lainnya adalah sshd yang digunakan untuk remote shell, dengan service tersebut kita dapat melakukan remote shell pada komputer yang menjalankan service tersebut.

Share

No Comments

You must be logged in to post a comment.